cara membaca candlestick pattern

Cara Membaca Candlestick Pattern Agar Profit Dalam 1 Menit

Sebagai trader saham, tentu saja harus memahami cara membaca candlestick pattern agar bisa menganalisis grafik saham dengan baik. Aplikasi candlestick chart sebagai grafik atau tanda saham yang memiliki bentuk seperti batang lilin.

Pola candlestick pattern ini bermacam, sehingga membuat grafik candle ini lebih susah di mengerti bila dibanding dengan Line Chart sejenis. Tetapi, data yang diberi lewat Candlestick Chart lebih terinci dibanding dengan Line Chart.

Di dunia trading saham, candle pattern akan menampilkan pergerakan harga berbentuk turun-naiknya grafik. Data dari candle pattern tersebut menjadi media untuk lakukan analisis secara teknikal. Candlestick pattern ini mempunyai wujud yang seperti batang lilin.

Buka Juga : Aplikasi Pembukuan Usaha, Gratis Dan Mudah Digunakan

Grafik ini umum digunakan untuk menganalisa pergerakan harga saham, forex, sampai komoditas. Tetapi sering, beberapa trader kesusahan karena pola yang sulit saat coba membacanya. Walau sebenarnya, ada cara membaca candlestick pattern yang lebih sederhana dan tepat.

Ilmu Candlestick

Body atau tangkai lilin sebagai realisasi dari harga pembukaan dan harga penutupan. Jika lilin warna merah, maknanya harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan. Tetapi, bila lilin warna hijau, karena itu harga penutupan semakin tinggi dari harga pembukaan.

Pengertian candlestick sendiri ialah chart atau grafik yang menyuguhkan info harga saham yang naik-turun. Secara harfiah, Candle pattern sebagai batang lilin, karena berwujud grafik batang. Cara membaca candlestick pattern ini wajar digunakan dalam meneliti saham, forex, atau komoditas di pasar modal.

Candlestick patterns di perkenalkan oleh Munehisa Honma, seorang pria dari Jepang yang disebut trader komoditas beras pada abad 18. Candlestick dipakai untuk menulis harga pasar beras dari masa ke masa. Info tersebut dipakai untuk memprediksi arah gerakan harga beras di periode mendatang.

Pola Candlestick Pattern

Untuk pahami candlestick pattern, beberapa trdaer sebaiknya menguasai cara membaca candlestick pattern yang betul dan tepat. Karena, trader akan memperoleh data dari candle pattern seperti nilai harga pembukaan, paling tinggi, paling rendah, dan penutupan.

Data tersebut umumnya di kenal sebagai OHLC ( Opening, High, Low, Closing ). Data dari OHLC itu jadi dasar untuk menganalisa sebuah candlestick. Pola candlestick pattern ialah kuncinya. Dalam trading ada pola pembalikan (candle reversal pattern).

Dalam ilmu candlestick, banyak pola pembalikan, tunggal, atau double. Ini ialah kesempatan untuk trader dalam mendapat keuntungan yang besar, apakah harga akan ditutup kuat atau turun. Bila Anda ingin ikuti trend, gunakanlah time frame H4 dan D1.

Anda haruslah sabar menanti pola lainnya yang ada. Anda dilarang open posisi saat tidak ada pola candlestick pattern. Dalam time frame yang semakin besar, signal segera dapat diminimalisir. Kebalikannya, dalam time frame yang lebih kecil kemungkinan terjadi false sinyal.

Cara Membaca Candlestick Pattern

cara membaca candlestick pattern

Pola candlestick bisa diterapkan dengan konsep supply and demand. Konsep ini akan memperlihatkan keadaan psikis penjual dan konsumen. Sistem ini menolong analisis pada beberapa asset keuangan, seperti saham, cryptocurrency, dan valas. Pemakaian candlestick chart masuk ke kelompok sistem diskresional.

Cara membaca candlestick pattern paling simpel dapat diawali dari menyaksikan grafik badan lilin (candle). Di mana candle pattern akan mempresentasikan informasi-informasi, Yaitu badan candle tampilkan info harga pembukaan atau penutupan, dan ekor lilin tampilkan harga tertinggi dan terendah.

Berikut sejumlah cara membaca Candlestick Chart dengan lakukan analisis pada beberapa komponen, berikut :

1. Ukuran Badan

Anda dapat memperoleh info mengenai kemampuan dari tiap-tiap grafik lewat ukuran badan candle. Bila badan candle memanjang, itu maknanya momen sedang kuat, kebalikannya bila ukuran menjadi kecil karena itu momentumnya makin perlahan.

2. Panjang Sumbu

Panjang sumbu dari candle terkait dengan volatilitas harga saham. Sumbu yang panjang mempunyai makna jika harga sedang bergerak cepat dalam masa Candlestick.

3. Rasio Panjang Badan dan Sumbu

Bila ukuran badan lumayan panjang dengan sumbu yang lebih kecil, Maka itu memberikan adanya trend pasar dengan momen tinggi. Tetapi, badan candle akan menjadi kecil dengan sumbu yang lebih panjang saat keadaan pasar tidak jelas dan volatilitas akan bertambah.

4. Posisi Badan

Jika status badan ada di salah satu ujungnya berdekatan dengan sumbu panjang, Ini menunjukan adanya perlawanan. Kebalikannya, bila badan ada di tengah sumbu, maka memberikan sebuah ketidakjelasan di pasar.

Elemen dalam Candlestick Chart

Belajar candlestick pattern adalah salah satu cara membaca candlestick pattern agar profit. Pertama, trader harus memahami lebih dahulu elemen yang ada dalam candlestick. Berikut penuturan rumus membaca candlestick :

a. Body Candle

Body ialah sisi yang menyuguhkan harga opening (pembukaan) dan closing (penutupan). Memiliki bentuk segi panjang warna merah atau hijau, bergantung keadaannya. Bila tidak warna, maka diperlihatkan dalam hitam dan putih.

b. Shadow Candle

Shadow atau ekor candle berwujud garis yang membujur di bawah atau atas bodi. Berwarna ikuti bodi candle. Sisi ini memberikan indikasi harga paling rendah dan paling tinggi saham. Warna yang dipakai untuk bodi bermakna.

  • Warna merah memberikan indikasi terjadi bearish, yaitu pengurangan harga saham yang lebih rendah dibanding pembukaan.
  • Warna hijau memberikan indikasi bullish, naiknya harga saham dibanding pembukaan. Bila candlestick tidak warna, bearish diperlihatkan dengan warna hitam. Dalam pada itu bullish diperlihatkan dengan warna putih.

Jenis Pola Candlestick Pattern

Ada banyak jenis pola candlestick patern yang umum digunakan untuk menganalisa fluktuasi harga saham. Pola-pola ini dipakai sebagai cara membaca candlestick pattern dalam transaksi bisnis saham. Berikut penuturan tekanan candlestick :

1. Hammer

Pola pola candlestick pattern pembalikan ini ke arah dari downtrend ( pengurangan dari hari ke hari ) ke arah uptrend (naik dari titik paling rendahnya). Atau dapat disebutkan dari bearish jadi bullish dengan ekor yang panjang, yakni panjang ekor yakni 2x lipat panjang body.

Status body ada di downtrend. Kehadiran titik verifikasi memverifikasi masuknya saham ke pasar. Trader harus memahami Hammaer sebagai cara membaca sumbu candlestick agar profit.

2. Inverted Hammer

Pola candlestick pattern ini ialah kebalikan dari hammer, yaitu bedanya berada pada downtrend ke arah uptrend. Dalam kata lain, dari pengurangan ke arah kenaikan. Sama dengan hammer, panjang ekor 2x lipat panjang bodi. Tempatnya ada di downtrend dan memberikan indikasi saham masuk ke pasar.

3. Hanging Man

Pola candlestick pattern hanging man sebagai pola pembalikan dari bullish ke arah bearish. Dalam pola ini, terlihat panjang ekor 2x lipat panjang bodi dan ada di status uptrend.

4. Shooting Star

Cara membaca candlestick pattern agar profit dapat mulai dari pola tembakan star. Ini ialah pembalikan dari uptrend ke arah downtrend. Persyaratan pola ini ialah panjang ekor harus 2x lipat panjang bodi dan ada di status uptrend. Ada titik verifikasi yang memberikan indikasi verifikasi masuk ke pasar.

5. Spinning Top

Pola candlestick pattern ini memperlihatkan pasar yang tidak jelas. Bisa saja pasar mulai jemu beli dan jual. Disamping itu, ada kemampuan yang serupa di antara penjual dan konsumen.

Bodi candle terlihat kecil dengan ekor pada bagian atas dan bawah. Tempatnya bisa ada di downtrend dan uptrend. Seharusnya, transaksi bisnis diundur sampai ada candle selanjutnya ada.

6. Cara Membaca Candlestick Pattern – Pola Doji

Doji memperlihatkan kemampuan yang serupa di antara penjual dan konsumen sama dengan spinning hebat. Maknanya, pasar tengah tidak jelas atau ada peralihan trend. Doji tidak memiliki real bodi, dia bisa ada di uptrend atau downtrend. Sebagai anjuran, seharusnya ada candle seterusnya.

7. Dragonfly Doji

Dragonfly doji memperlihatkan kemampuan sama besar di antara konsumen dengan penjual. Hal ini memperlihatkan pasar yang tidak jelas atau peluang peralihan trend. Dragonfly doji tidak mempunyai real bodi, cuma terbagi dalam ekor yang membuat wujud seperti T.

Tempatnya bisa ada di uptrend atau downtrend. Saat kamu memahai cara membaca candlestick pattern secara baik, Jadi tidak dianjurkan masuk pasar atau open posisi bila ada pertanda ini. Dragonfly merupakan rumus membaca candlestick paling populer saat ini.

8. Gravestone Doji

Pola candlestick pattern ini kontradiksi dari dragonfly doji, memiliki bentuk seperti T kebalik atas bawah. Peluang bisa terjadi peralihan trend. Pola ini tidak mempunyai wujud real bodi. Tempatnya bisa ada di uptrend atau downtrend. Tidak dianjurkan masuk pasar, seharusnya tunggu hingga ada candle baru.

9. Morning Star

Morning star memperlihatkan pola pembalikan dari uptrend ke arah downtrend. Ada tiga skema candle. Pertama sebagai bearish tren yang semakin besar dibanding candle ke-2 , yaitu spinning tops. Ke-3  mempunyai bodi yang hampir serupa atau semakin besar dibanding candle pertama dan sebagai bullish candle.

Status ke-3 nya ada di downtrend. Morning star juga bisa di gunakan sebagai cara membaca candlestick crypto. Ini sama halnya dengan candlestick marubozu. Trader bisa menggunakan pola ini untuk mengindentifikasi pergerakan grafik dengan akurat.

10. Evening Star

Pola candlestick pattern ini memperlihatkan pembalikan dari bullish pattern ke bearish. Evening star ialah kebalikan dari pola morning star. Candle pertama berbentuk bullish tren dan semakin besar dibanding candle ke-2.

Candle ke-2  sebagai spinning tops. Candle ke-3  mempunyai body hampir serupa atau bahkan juga semakin besar dibanding candle pertama. Candle ke-3  ini berbentuk bearish, sedangkan bullish pattern tidak dapat di jadikan acuan.

Dengan mengetahui dan memahami bagaimana cara membaca candlestick pattern dan pola candle pattern di atas dengan baik. Maka para trader akan sangat mudah membaca Candlestick Chart dengan lebih tepat. Baiklah, demikian informasi tentang cara membaca candlestick chart secara mudah dan tepat. Semoga bermanfaat!

Check Also

Investasi Mata Uang Asing ( Valas ), Begini Caranya Sob !!

Investasi Mata Uang Asing ( Valas ), Begini Caranya Sob !!

Perubahan mata uang yang cukup cepat, membuat banyak investor mulai mempelajari cara investasi yang menguntung. …